Minggu, 29 Maret 2020

Pujian

Pujian sangat melenakan
Aku pernah sangat menyukainya
Terasa begitu sempurna di dalam katanya

Hingga aku tersadar bahwa,

Pujian itu bukan untuk aku
Tapi untuk orang yang ada di dalam benaknya
Dia puji habis-habisan ekspektasinya yang berwujud diriku

Yang dipuji itu bukan aku
Tapi seseorang di dalam kelopak matanya
Yang berdiri mengagumkan hasil rekaan pikirannya

Yang dipuji itu bukan aku, itulah kenapa dia memilih pergi saat tahu kenyataan
Sebab tidak sanggup menahan pikiran yang hancur ditabrak keadaan

Aku mensyukuri dengan sangat untuk mereka yang tetap tinggal
Yang dengan mereka aku hampir tidak pernah dipuji
Yang dengan mereka aku tahu kami saling mengagumi

Itulah kenapa pujian hanya milik Tuhan
Karena bebannya tidak akan sanggup kita emban

_________________

15 Juni 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Media Sosial

Total Kunjungan

Part Of

Blogger Perempuan
PENABLOGGERBANUA