Kita sangat suka terbang tinggi, tapi tidak pernah merasa benar-benar terbang.
Sampai ambisi tanpa sadar membuat ego tidak lagi berpijak di bumi.
Tapi kita tidak akan dibiarkan,
entah lewat apapun atau siapapun kita akan diingatkan.
Diajak turun dan merendah.
Hanya saja sikap sombong melahirkan penolakan,
abai terhadap seruan seolah-olah punya kekuatan.
Kadang ada yang ditarik paksa hingga jatuh lebih jauh,
bukan lagi dipermukaan tapi cekungan yang dalam.
Dengan keadaan remuk, dan putus asa tentang bagaimana membangun lagi kepingan yang terserak.
Ada juga yang dibiarkan sendiri setinggi-tingginya sampai mungkin terbakar di matahari, atau kesepian di galaksi.
Manusia pada dasarnya hidup di bumi, bukan di awan. Sekeras apapun dia mencapai langit, tanah akan menariknya untuk keselamatan.
Seseorang pernah memintaku introspeksi, tapi aku tidak menemukan kesalahanku padanya. Aku menemukan diriku yang ada di dasar cekungan beserta ingatan tentang luasnya langit saat aku terbang kelewat jauh.
Kamu tau apa yang mengantarkanku sampai ke sana?
"Dipuji terbang, dicaci tumbang"
__________________
11 Februari 2019
Minggu, 16 Februari 2020
Tersirat
Langganan:
Posting Komentar (Atom)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar