Senin, 26 Oktober 2020

Perahu

 Sekali lagi

Hidup itu tentang duduk dan berdiri diatas perahu
Ditengah lautan lepas
Tidak boleh ada air laut yang masuk
Untuk memastikan perahu tetap di atas
Mengapung
Tidak tenggelam

Tadi malam bapak ngobrol soal kerjaanku yang gajinya kecil. Yang untuk saving aja susah, yang untuk ikut seminar 200k aja aku mau minta ke bapak.

Allah menguatkanku untuk ingat tentang perahuku.

Bahwa apa yang bapak bilang itu benar, tapi itu ada di luar perahuku, dia tidak boleh masuk. Masih banyak yang bapak nggak tahu. Tentang seminggu aku cuma jajan 100k bahkan kurang, yang dari sana aku bisa sedekah, aku bisa menabung untuk haji dan umrah, aku bisa beli buah-buahan yang harganya nggak murah, aku bisa beli bahan makanan yang juga nggak murah. Sabun mandi, skincare pertamax, paket internet, itu semua nggak murah. Dan entah gimana Allah mencukupkan semua itu dengan gajiku.

Allah juga mencukupkan waktuku. Untuk sholat diawal waktu, puasa, tahajud, menghapal, main sama Airin. Kalau aku nggak kerja di dr santoso, kalau Allah nggak bikin aku kerja di sini, yang segala kemudahannya Dia beri, aku nggak mungkin bisa lakuin semua itu.

Memang makan, listrik, air, detergen, wifi masih ditanggung orangtua, tapi aku meyakini, apa yang Allah izinkan aku nikmati maka itu rezekiku. Di manapun peletakannya, selama cara mendapatkannya benar dan tidak berlebih-lebihan. Maka itu adalah rezekiku dari Allah.

Dan pagi ini ade, teman kuliah menanyakan
"Apa ada lowongan ditempat kerja km nov?"
"Aku mau kerja biasa, biar gaji kecil yang penting tenang, nggak ada tekanan luarbiasa"

Dan MasyaAllah
Allah menghiburku lagi
Mengingatkanku lagi
Bahwa Ade bukan yang pertama yang ingin pekerjaan sepertiku.

Aku lupa kalau dulu aku pingin banget kerja dengan gaji 2 hal "Waktu dan Uang". Sebab waktu bisa digunakan tanpa uang, tapi uang tidak bisa digunakan tanpa waktu.
Maka pekerjaan inilah yang aku dapat, pekerjaan yang nyatanya beberapa temanku ingini juga.
Sebab pada akhirnya, uang sebanyak apapun tidak akan mampu memenuhi keinginan kita.

Yang lewat Ade Allah juga mengingatkanku apa yang kupusingi beberapa hari ini;

Khawatir tidak lulus CPNS

Sedikit-sedikit menyelinap ambisi CPSN, agar dapat keamanan gaji yang lebih besar. Aku abai bahwa dengannya waktu yang ku punya jadi makin sedikit. Setelah datang chat Ade, aku jadi lebih tenang bahwa untuk CPNS aku hanya perlu berjuang semampunya. Jangan jadi beban. Ingat risiko yang akan kamu tanggung. Ingat jika CPNS maka pekerjaan sekarang harus kamu lepaskan.

Cukup ikuti alur Allah, jangan memaksa hasil, cukup berusahalah seperti yang Allah perintah.

Alhamdulillahirabbilalamiin

_________________________
11 Desember 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Media Sosial

Total Kunjungan

Part Of

Blogger Perempuan
PENABLOGGERBANUA